Rumah Sakit Leona di Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT menjadi sorotan publik pasca meninggalnya dr. Elisa Princilia Utami Pakaenoni pada 26 Juni 2026.
![]() |
| RS Leona TTU. |
SIANAKAREN.COM -- Rumah Sakit Leona di Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT menjadi sorotan publik pasca meninggalnya dr. Elisa Princilia Utami Pakaenoni pada 26 Juni 2026. RS Leona adalah tempat dr. Icha bekerja sebagai pegawai tidak tetap (PTT) pada Pemerintah Kabupaten TTU.
Keluarga dr. Icha menilai bahwa rumah sakit swasta ini tidak memiliki manajemen yang baik. Hal itu terbukti dari respon mereka terhadap insiden yang menimpa dr. Icha hingga meninggal dunia.
“Menurut investigasi kami, manajemen Rumah Sakit Leona buruk sekali,” ujar Fabianus Banase, paman dr. Icha dalam dialog di Metro TV.
Selain keluarga almarhumah, belakangan ini muncul sejumlah testimoni dari pasien dan warga TTU mengenai kualitas pelayanan RS Leona.
Kesaksian warga secara umum menyingkap profesionalisme layanan oleh tenaga medis yang tidak optimal. Banyak pasien mengeluh karena tidak mendapatkan layanan yang memuaskan, dan malah berakhir kecewa.
“Tutup rumah sakit Leona lebih bagus. Kematian ayah saya disaat pandemi/Corona menyimpan trauma besar bagi saya. Dan saya doakan RS Leona ditutup selama-lamanyanya. Siapapun yang terlibat dengan kematian ayah saya, akan menerima karmanya,” tulis akun J Al*** di kolom komentar pada postingan di salah satu Grup FB TTU.
“Sebenarnya bukan rumah sakitnya, tapi ke dokter yang menanganinya. Pengalaman istri saya hamil jalan 8 bulan, lalu kami dianjurkan oleh bidan untuk USG di RS Leona. Sampai di sana dokternya bilang istri saya hamil jalan 11 bulan, lalu katanya harus segera dioperasi, kalau tidak sangat berbahaya untuk ibu dan bayi. Tapi saya tetap tenang kembali lg ke ibu bidan yang profesional untuk menangani istri saya yang benar umur kehamilan 7 bulan jalan 8 bulan,” tulis akun Jh** K*** di grup yang sama.
“Kalau saya pengalaman yang buruk pada perawatnya, dimana waktu itu menunggu opa yang sudah berumur 80 tahunan. Infusan habis, sudah komplain tetap tak dihiraukan alasan mereka sibuk menunggu saja,” tulis akun Im* Su**.
Kesaksian warga terhadap RS Leona TTU memperingatkan bahwa masalah layanan kesehatan tidak hanya soal teknik medis, tetapi juga komunikasi, empati, dan akuntabilitas. Profesionalisme dari rumah sakit dan tindakan perbaikan yang nyata diperlukan agar kepercayaan publik dapat pulih.
Testimoni warga menyingkap tiga isu utama: kebutuhan transparansi pasca-kematian, ketatnya pemantauan dan respons terhadap kondisi pasien (terutama lansia), serta konsistensi dan akurasi diagnosis medis. Masing-masing berdampak pada keselamatan klinis dan kepercayaan publik.


COMMENTS