Puisi-puisi Puisi-Puisi Aprianus Gregorian Bahtera menggambarkan tentang kritik terhadap ketidakadilan sosial dan pengrusakan lingkungan hidup.
![]() |
| Aprianus Gregorian Bahtera. |
Judul Puisi ke-1: zaman Gelap : Derita Kalabendu
Langit gelap penuh ketakutan
Angin membawa duku pekat
Jerit hilang di keramaian
Kalabendu selimuti negeri ini
Keadilan tertutup kabut tebal
Penipu bebas tanpa hukuman
Hukum jadi mainan penguasa
Rakyat menanggung derita panjang
Tangan jahat rampas hak lemah
Harapan terbang bersama debu
Dusta jadi lagu kota
Kalabendu tebar kacau kejam
Pohon tak lagi sampai
Air membawa bekas tangis
Tanah subur kini gersang
Kalabendu rampas senyum bumi
Dalam gelap ada cahaya
Dari hati yang tak menyerah
Kalabendu guncang dunia kuat
Jiwa teguh tetap melawan
Meski zaman terasa berat
Semangat tak boleh padam
Gelap pasti berganti terang
Harapan hidup dalam dada
Judul puisi ke-2: Menulis Fajar di Kertas Putih
Lembaran baru terbuka di hadapan
menyambut pagi dengan harapan
Masa lalu tinggal bayangan
Kini saatnya menulis impian
Di atas kertas putih tanpa noda
Kita mulai merangkai kata
Setiap huruf penuh makna
mengukir kisah yang berbeda
Bersama mentari yang merekah lagi
Kita tinggalkan duka dan sepi
menggenggam hari dengan pasti
menatap masa depan yang berseri
lembaran baru, awal cerita
menyongsong hari dengan jiwa merdeka
setiap langkah adalah doa
untuk hidup yang lebih bermakna
Judul puisi ke-3: Kenikmatan secangkir kopi di bawah pohon
Terik itu sangat menyengat
Panasnya seakan membakar tubuh
Keringat tampak mulai mengucur
dan semakin bercucuran
Kita ini makhluk bisa apa
selain mencari tempat bernaung
ternyata masih ada
ku lihat dari kejauhan
ada pohon yang rindang
lalu ku buat secangkir kopi
dan aku datang menghampiri
Alangkah sejuk duduk-duduk
di bawah kerindangan
Pohon itu
Sambil belajar ku cari inspirasi
Aku sadar dunia ini luas
penuh dengan berbagai macam mahluk
penuh argumen
Juga bermacam-macam pikiran
namun jangan berfikir kau tak punya teman
karena masih banyak di luar sana
Yang hari ini sedang menangis
kamu beruntung
semoga dijauhkan dari rasa-rasa yang sukar
Oleh: Aprianus Gregorian Bahtera*
*Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Widya Mandira Kupang. Ia adalah seorang penulis puisi diberbagai dan opini serta penulis buku antologi puisi dan cerpen tingkat nasional.


COMMENTS