Berita hoax memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan kognitif peserta didik yang secara psikologis masih labil dan belum mandiri.
![]() |
| Yuliantris Ijing, mahasiswi Unika St. Paulus Ruteng. |
Opini oleh: Yuliantris Ijing
Prodi PGSD Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
Era kebebasan berpendapat yang didukung kemajuan teknologi informasi komunikasi membuat siapa saja dapat menyiarkan berita dengan kebebasan.
Frasa siapa saja berarti bahwa tidak perlu mematuhi standar kompetensi dan etika jurnalistik.
Dengan demikian ada kemungkinan bahwa berita yang disebarkan adalah berita palsu atau berita hoax.
Hoax kerap kali dijumpai dalam media massa bebasis internet yang memiliki sistem Broadcast seperti Facebook, Black Berry, Mesenger, WhatsApp dan Line.
Media masa seperti surat kabar, majalah, radio dn televisi hampir tidak memberikan kesempatan hoax masuk. Karena dalam media massa media semua dituliskan oleh jurnalis yang dipegang tanggung jawabnya.
Permasalahan terjadi jika berita hoax tersebut menjangkau banyak audiens termasuk guru dan siswa. Mengingat bahwa hampir semua guru sudah mempunyai gadget yang didukung aplikasi komunikasi termutahir. Begitu juga dengan siswa demikian.
Dalam keadaan demikian akan muncul fenomena dimana berita hoax berubah menjadi berita faktual.
Dimana kondisi ini menjadi masalah serius dalam wilayah pendidikan.
Dalam dunia pendidikan terjadi transfe ilmu pengetahuan yang salah akan menjemusskan siapa saja yang mengetahuinya.
Hal ini akan mengancam kemunduran ilmu pengetahuan yang berimpas pada mutu pendidikan.
Hal demikian juga dapat berakibat pada ilmu yang disamapaikan melalui mata pelajaran.
Istilah ini kerap dipergunakan diwilayah politik pada saat pemilihan pesiden hingga saat ini. Dampak negative hoax diwilayah pendidikan. Dampak negatif banyak menyerang keadaan psikologis.
Menimbulkan rasa khawatir atau cemas guru dan siswa rasa khawatir nampak ketika guru mendapatkan informasi hoax. Informasi berupa hari kiamat, registrasi kartu SIM, dll.
Hal ini menimbulkan keresahan guru. Dimana keresahan ini dapat mengganggu keadaan psikologis guru yang berakibat pada terganggunggannya proses pembelajarannya.
Keresahan atau kekhawatiran ini dapat tertular kepada siswa jika informasi itu sampai kepada siswa.
Fenomena penyebaran hoax dan hate speech yang terjadi di dunia digital telah membawa kecemasan dan keprihatinan didalam masyarakat.
Banyak informasi hoax, hatespeech dan cyberbullying yang disebarkan oknum melalui sosial media dan instan mesaging yang cendrung berbarur SARA, provokatif dan bombastis.
Ironisnya tidak sedikit pula masyarakat tanpa berpikir panjang lansung menshare informasi tersebut bahkan memproduksi ulang informasi tanpa memikirkan dampak yang di timbulkan setelahnya.
Media digital saat ini di di dominasi oleh remaja yang lahir di jaman milenium yang merupakan “digital native” yaitu generasi yang tidak dapat terpisahkan oleh dunia digital.
Jika generasi ini tidak diberikan amunisi yang cukup untuk memrangi digital hoax, maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah dan bahaya laten.
Menyikapi hal ini perlu melakukan kampanye anti hoax dengan target pesertanya adalah peserta didik.
Penyebaran informasi hoax menimbulkan keresahan. Untuk itu masyarakat perlu diingatkan agar memanfaatkan media sosial secara positif dan jangan mudah termakan isu tidak benar.
Masyarakat mendapatkan informasi setiap hari, namun informasi yang mereka terima tentunya berbeda-beda, mulai dari berita ekonomi, pendidikan, hingga dunia polotik.
Sebagai contoh kasus terjadinya penyebaran hoax yang beredar di sosial media adalah kasus penculikan anak yang terjadi di Flores, yang kenyataanya berita tersebut hanyal hoax, karena tidak ada satupun korban.
Media sosial hadir dan merubah paradigma berkomunikasi di masyarakat saat ini. Komunikasi tak terbatas jarak, waktu, ruang bisa terjadi dimana saja, kapan saja, tanpa harus bertatap muka.
Tingkat atau level komunikasi melebur dalam satu wadah yang disebut jejaring sosial atau media sosial.
Hampir semuaa orang di Indonesia sudah ketergantungan mengunakan internet. Entah itu urusan pekerjaan, sekolah, hingga sebagi sarana hiburan.
Namun dari segudang manfaat, internet ini juga memiliki dampak negatif yang dampak merugikan. Misalnya saja kebocoran data privasi yang dapat di salahgunakan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.
Keuntungan Menggunakan Internet
Penulis akan menunjukkan beberapa manfaat menggunakan internet untuk konektivitas dan komunikasi. Penjelasan mengenai keunggulan internet saat ini di berbagai daerah:
Pertama, untuk alat koneksi dan komunikasi. Internet dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dan koneksi antar pengguna di seluruh dunia. Dengan bantuan internet ini kita dapat berkomunikasi dalam waktu singkat bahkan jarak jauh.
Kedua, untuk memperoleh pengetahuan, informasi dan pelatihan. Internet sebagai akses informasi dan pendidikan. Internet dapat menyediakan berbagai sumber yang dapat kita pelajari sesuai dengan topik yang kita butuhkan. Dalam bidang pendidikan, internet dapat digunakan sebagai alat untuk menyediakan bahan ajar yang cukup luas.
Ketiga, alamat dan peta. Internet dapat membantu pengguna menemukan alamat atau lokasi di seluruh dunia. Dengan bantuan teknologi GPS, kita dapat menentukan rute tercepat menuju tempat tujuan.
Keempat, kemudahan berbisnis. Internet ini dapat memudahkan dunia usaha seperti transaksi jual beli, penawaran dalam bentuk iklan.
Terakhir, pusat hiburan. Sekarangini aktivitas streaming video dan film, mendengarkan musik, dan bermain game online adalah hal yang umum sebagai aktivitas hiburan masyarakat.*
Disclaimer: Sianakaren.com tidak bertanggung jawab terhadap isi tulisan ini.


COMMENTS