Proyek pembangunan jalan menghubungkan Kecamatan Mauponggo dengan Keo Tengah rusak parah padahal baru dikerjakan.
![]() |
| Kondisi jalan Mauponggo-Puuwada. |
MBAY, SIANAKAREN.COM -- Proyek pembangunan jalan menghubungkan Kecamatan Mauponggo dengan Kecamatan Keo Tengah yang melewati Desa Kotagana, Desa Ngera, Desa Lewa Ngera mendapatkan kecaman dari beberapa pihak, salah satunya dari tokoh muda Keo Tengah, Sandro Adja.
Disadur dari media TribunFlores.com, proyek pembangunan jalan itu merupakan Paket Pekerjaan Jalan Inpres Daerah Tahun Anggaran 2025 dengan 2 paket pekerjaan.
Pertama, Preservaasi Jalan Mauponggo-Ngera-Puuwada 1, dengan metode E-purchasing.
Panjang jalan adalah 2 km dengan nilai kontrak Rp9.114.590 dan penyedia jasa CV. Ratu Orzora serta konsultasi supervisi oleh PT. Maha Charisma Adiguna.
Yang kedua adalah Preservasi Jalan Mauponggo-Ngera-Puuwada 2 dengan metode E-purchasing.
Panjang jalan 2,00 KM, dengan nilai kontrak Rp9.283.298 dan penyedia jasa CV. Anugerah Cipta Jaya serta konsultasi supervisi oleh PT. Maha Charisma Adiguna.
![]() |
| Tokoh muda Keo Tengah Sandro Adja. |
Proyek yang bersumber dari APBN tersebut dinilai bermasalah karena banyaknya kejanggalan terutama pecahnya aspal dibeberapa titik padahal pengaspalan baru dilakukan.
Sandro Adja yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Pautola mengungkapkan rasa pesimis kepada para pelaksana proyek akan kesesuaian kontrak dan standar pengerjaannya berdasarkan hasil yang ada.
"Terkait jalur jalan Mauponggo Maunori yang lagi dikerjakan oleh CV. Ratu Orzora ini ada keraguan atau pesimis dari saya bahwa dugaan ketidaksesuaian kontrak atau spesifikasi dan standar operasional prosedur di lapangan. Hal ini terbukti karena jalur yang baru dikerjakan ini belum sempat digunakan oleh warga masyarakat tetapi sudah mengalami kerusakan yang sangat parah," tegasnya ketika dimintai keterangan oleh media, Selasa (17/3).
Mantan Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Asal Nagekeo (PERMASNA) Kupang ini juga membeberkan bahwa infrastruktur adalah nadi dari perekonomian yang berpotensi membuka peluang investasi.
"Jalan atau infrastruktur adalah nadi dari perekonomian, jika ini tidak dituntaskan dengan baik maka ekonomi kita tidak akan mengalami perubahan setiap tahunnya. Infrastruktur yang memadai seperti jalan, irigasi, listrik akan mengurangi biaya logistik dan lebih meningkatkan nilai tambah sektor pertanian sekaligus membuka peluang investasi," kata Sandro.
![]() |
| Kondisi jalan Mauponggo-Puuwada yang rusak parah padahal baru dikerjakan. |
Kader muda Keo Tengah ini berharap pemerintah benar-benar mengerjakan secara total jalur yang menghubungkan dua kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Mauponggo dan Keo Tengah dan juga beberapa desa, sehingga asas manfaat dapat dirasakan oleh warga setempat.
Ketua Germas Forkoma PMKRI Nagekeo tersebut pun meminta semua pihak terutama anggota DPRD Dapil II Nagekeo untuk melakukan pengawalan.
"Saya juga mengharapkan kepada Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo lebih khusus anggota DPRD dapil 2 Mauponggo dan Keo Tengah, ikut membantu mengawal jalannya pekerjaan," tegasnya.
Menurutnya, masyarakat harusnya bersyukur kepada pemerintah kabupaten yang telah berupaya menyampaikan persoalan ini ke pihak BPJN Balai Pelaksana Jalan Nasional, NTT. Dari situ usulan dimaksud langsung menuju ke Dirtjen Kementrian Pekerjaan Umum.
Mantan aktivis PMKRI Cab Kupang ini juga menyadari bahwa realisasi proyek tersebut tidak terlepas dari tokoh-tokoh Nagekeo yang ada di Jakarta.
"Kita juga percaya bahwa terkait jalur dimaksud tidak terlepas dari tokoh tokoh Nagekeo yang ada di Jakarta. Mereka juga melakukan atau berperan penting dalam lobi dan negosiasi di sana," ungkapnya.*




COMMENTS