Konser amal bertajuk "Greatest Love of All - Charity Orchestra Concert" yang diselenggarakan Lions Club Tomang Sejati mengumpulkan donasi Rp60 juta.
![]() |
| Konser musik amal Lions Club Jakarta Tomang Sejati untuk penyintas kanker. |
SIANAKAREN.COM -- Di bawah gemerlap lampu panggung Teater Besar di Taman Ismail Marzuki Jakarta pada malam 18 April 2026, sebuah simfoni harapan bergema menembus dinding kemanusiaan.
Konser amal bertajuk "Greatest Love of All - Charity Orchestra Concert" yang diselenggarakan Lions Club Tomang Sejati bukan sekadar rangkaian lagu indah, melainkan panggilan hati untuk para penyintas kanker dan keluarga mereka.
Di tengah hiruk-pikuk kota yang tak pernah tidur, acara ini menjadi oase kemanusiaan, mengumpulkan donasi Rp60 juta lebih untuk Rumah Singgah Lions—tempat perlindungan sementara bagi mereka yang berjuang melawan penyakit ganas tanpa beban finansial.
Seorang ibu yang duduk di kursi VIP dengan mata berkaca-kaca mendengarkan lantunan suara Gabriel, bocah 11 tahun penyintas kanker di Rumah Singgah Lions yang berhasil melawan ganasnya penyakit. Perempuan disampingnya memberikan tisu. Ia mengelap, tapi air matanya tak bisa berhenti mengalir. Betapa perjuangan yang hebat bersama Rumah Singgah Lions membuahkan hasil.
Gabriel memiliki suara yang indah, yang nadanya seolah mengetuk relung jiwa untuk peduli. Ia mungkin tak mengulur tangan, tapi suaranya di momen pembukaan konser adalah tanda harapan.
Konser musik ini terselenggara berkat kerja sama dengan Lions Club Indonesia, Yayasan Lions Club dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, serta berkolaborasi dengan Waka Creative & Studio, LSPR Vocal Group, LSPR Student Talent Management Centre dan National Global School.
Memadukan penampilan musik orkestra dan kolaborasi vokal lintas generasi yang memikat penonton. Seakan mata terpana menyaksikan keindahan melodi, suara dan tarian para performer.
Konser berlangsung selama 2 jam, dimulai pada pukul 19.30 sampai dengan 21.30 WIB.
Konser ini menampilkan 50 lagu-lagu nostalgia tahun 1950-an sampai dengan milennium ketiga, yang dinahkodai oleh dua punggawa muda berbakat: Music Director Willy Aviantara dan Produser Acara Amelia Angelica Hadinata (Angel).
Dalam "Welcoming Speech", Angel menyampaikan bahwa konser musik amal ini dipersembahkan secara khusus untuk membantu pengembangan Rumah Singgah Lions, sebuah komunitas anak-anak penyintas kanker yang ingin sembuh, kembali sekolah dan meraih masa depannya.
"Kami melihat perlu ada pengembangan kapasitas atau daya tampung Rumah Singgah Lions karena yang tersedia saat ini belum bisa mengakomodasi pelayanan yang lebih besar," katanya.
Angel yang juga Founder dan Owner Waka Creative & Studio berbasis Tangerang menyebut bahwa seluruh donasi yang terkumpul akan diserahkan secara langsung kepada Rumah Singgah Lions.
Adapun, acara yang dihadiri ratusan undangan ini berhasil mengumpulkan donasi puluhan juta untuk mendukung operasional Rumah Singgah Lions, fasilitas penampungan sementara bagi pasien kanker dan keluarganya yang kurang mampu.
"Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan santunan kasih yang kiranya dapat membantu adik-adik penyintas kanker," ujar Angel.
Adapun, Rumah Singgah Lions terletak di Jalan Katalia Timur 1 No 2, Tomang, Kelurahan Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Komunitas ini resmi dibuka pada 4 Juni 2022 lalu.
Berdiri atas kerja sama Yayasan Lions Indonesia dan Adira Finance selaku “mission partner” dan didukung oleh Lions Club International Foundation, Increso, klub Lions se-Indonesia, dan donator.
Sebagai panti sosial, Rumah Singgah Lions bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya, Rumah Harapan Indonesia dan Yayasan Kanker Anak Indonesia, Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia, masyarakat sekitar terutama masyarakat RW binaan Jenta Prakasa.
Rumah Singgah ini didorong oleh kebutuhan dari pasien anak-anak penderita kanker dari luar daerah yang bila berobat ke Jakarta memerlukan waktu lama sehingga perlu tempat tinggal sementara.
Tempat ini umumnya menampung pasien anak dari RS Dharmais dan RS Harapan Kita.
Pasien anak yang dilayani berusia di bawah usia 18 tahun yang telah menjadi anggota BPJS, serta harus didampingi orang tua atau wali resmi. Fasilitas yang tersedia antara lain penginapan gratis, transpor gratis ke rumah sakit, serta makanan gratis untuk pasien dan pendampingnya.
Saat ini, Rumah Singgah Lions ini diketuai oleh Dr. Erfen Gustiawan Suwangto, Sp.KKLP, SH, MH (Kes) dan dibantu Ibu Greece Pabisa, S.Ked selaku manajer harian, serta dibantu oleh Tim Komite Tetap Rumah Singgah Yayasan Lions Indonesia antara lain Yahya Yastputra, Evi Pangestu, Erny Herdinati, Susi Wagei, Dr. Novana Perdana Putri, Rini Dodd, dan masih banyak lagi.
Sebagai bagian dari Lions Club Indonesia, Lions Club Tomang Sejati pun berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan mengajak masyarakat untuk terus mendukung program serupa di masa depan.
Dengan semangat pelayanan yang telah menjadi ciri khas mereka sejak lama, klub ini mengubah panggung menjadi altar pengorbanan kolektif.
Konser ini menandaskan bahwa kebersamaan dan kolaborasi adalah obat paling ampuh. Saat penonton bertepuk tangan di penghujung malam, bukan hanya lagu yang usai, tapi juga harapan yang selalu ada untuk bersua di perjumpaan lainnya.
Lions Club Tomang Sejati telah membuktikan bahwa mereka menabur benih empati yang akan tumbuh menjadi pohon lindung bagi generasi penyintas selanjutnya.


COMMENTS