Prabowo berencana akan menertibkan para pengamat tersebut karena dia tahu dari data intelijen bahwa mereka adalah bagian dari kelompok yang dirugikan.
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto. |
SIANAKAREN.COM -- Di tengah viralnya kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus, Presiden Prabowo Subianto mengaku telah mengantongi nama-nama pengamat yang sejauh ini terus-menerus mengeritik kebijakan dan kinerja pemerintahannya.
Dia bahkan berencana akan menertibkan para pengamat tersebut karena dia tahu dari data intelijen bahwa mereka adalah bagian dari kelompok yang kalah Pilpres atau kehilangan aset setelah ia berkuasa.
Di hadapan para pembantunya dalam Rapat Kabinet minggu lalu, Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai bahwa sejumlah pengamat tidak memiliki sikap patriotik. Dia mengklaim mereka mendapat keuntungan finansial dengan mengkritik pemerintah.
"Pada saatnya lah kita tertibkan itu semua. Tapi sekarang kita masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan," ucapnya dalam rapat kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026.
Prabowo berspekulasi soal motivasi para pengkritik tersebut.
Menurut dia, bisa jadi mereka merasa kalah, tidak punya kekuasaan, atau kehilangan sumber uang karena pemerintahannya yang dia klaim tegas terhadap korupsi.
Mantan Jenderal Kopassus itu mengungkapkan dirinya rutin mendapat informasi intelijen soal para pengamat yang tak suka dengan pemerintah.
Dari laporan itu, kata dia, dirinya tahu pihak-pihak yang membiayai mereka.
Ia pun heran dengan pengamat yang selalu menjelek-jelekkan pemerintah.
“Jadi pengamat-pengamat menurut saya ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat,” ungkapnya.
Prabowo memang berulang kali menuding para pengkritiknya mendapat keuntungan finansial dalam mengevaluasi pemerintah.
Pada 12 Januari 2026, misalnya, Prabowo menyebut ada segelintir orang yang kerap mencemooh dirinya dan menyebarkan pandangan negatif terhadap pemerintahannya.
Ia mencurigai orang-orang itu dibayar oleh kekuatan asing, ketika di saat yang bersamaan ia begitu "mesra" dengan kekuatan asing, terutama Amerika Serikat.
“Banyak orang mengejek saya, saya tahu. Sebetulnya tidak banyak, segelintir orang saja. Hanya dia mungkin punya uang dan sarana, dia bisa menyebarkan sinisme, pesimisme, dan kemungkinan besar mereka dibayar oleh kekuatan-kekuatan asing," ucap Prabowo.*


COMMENTS