Hubungan yang sehat bukanlah hubungan tanpa masalah, melainkan hubungan di mana kedua orang sama-sama merasa ingin didengar, dihormati, dan dihargai.
![]() |
| Oktovyenta Martareda Tefa/Dok. pribadi. |
Oleh: Oktovyenta Martareda Tefa
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
Dalam sebuah hubungan, setiap orang tentu ingin dicintai, dihormati, dan dihargai. Perasaan dihargai bukan hanya tentang menerima hadiah mahal atau pujian setiap hari, tetapi tentang bagaimana pasangan menunjukkan perhatian, menghormati perasaan, mendengarkan, serta mengakui keberadaan dan usaha satu sama lain.
Sayangnya, tidak semua hubungan memberikan hal tersebut. Banyak orang tidak bertahan dalam hubungan, karena ada hal yang membuat mereka merasa tidak dihargai, hingga perlahan kehilangan kebahagiaan dan rasa percaya diri.
Merasa tidak dihargai adalah salah satu luka emosional yang paling menyakitkan. Luka ini sering kali tidak terlihat oleh orang lain, tetapi dampaknya dapat mengubah cara seseorang memandang dirinya sendiri dan hubungan yang sedang dijalani.
Ketika seseorang terus-menerus merasa diabaikan, disampingi, dianggap biasa saja, atau usahanya tidak pernah diakui, hubungan yang awalnya penuh cinta dapat berubah menjadi hubungan yang dipenuhi rasa kecewa.
Apa Arti Merasa Tidak Dihargai?
Merasa tidak dihargai berarti seseorang merasa bahwa perhatian, pengorbanan, kasih sayang, atau usaha yang telah diberikan kepada pasangan tidak mendapatkan penghargaan yang layak.
Perasaan ini muncul ketika pasangan tidak peduli terhadap kebutuhan emosional, tidak menghormati pendapat, atau menganggap semua pengorbanan sebagai sesuatu yang memang sudah menjadi kewajiban. Misalnya, seseorang selalu meluangkan waktu untuk menemani pasangannya dalam keadaan sulit, tetapi ketika dirinya membutuhkan dukungan, pasangannya justru sibuk dengan urusannya sendiri. Ketidakseimbangan seperti ini dapat membuat seseorang merasa bahwa cintanya hanya dimanfaatkan, bukan dihargai.
Tanda-Tanda Pasangan Merasa Tidak Dihargai
Ada beberapa tanda yang sering muncul ketika seseorang merasa tidak dihargai dalam hubungan, antara lain:
Pertama, selalu menjadi pihak yang menghubungi lebih dulu.
Kedua, perasaan dan emosinya dianggap berlebihan.
Ketiga, pasangan lebih mengutamakan orang lain daripada dirinya.
Ketika tanda-tanda ini terus terjadi tanpa ada perubahan, hubungan akan dipenuhi rasa lelah dan kecewa. Sehingga perjalanan hubungan tidak seimbang dan tidak merasakan kebahagiaan, kedamaian, serta ketenangan.
Penyebab Pasangan Merasa Tidak Dihargai
Perasaan tidak dihargai dapat muncul karena berbagai alasan, seperti:
1. Kurangnya komunikasi
Banyak dalam hubungan menganggap bahwa pasangannya sudah mengetahui apa yang dirasakan kekasihnya, padahal kenyataannya tidak demikian. Akibatnya, kesalahpahaman terus terjadi dalam perjalanan hubungan itu.
2. Terlalu nyaman dalam hubungan
Ketika hubungan sudah berlangsung lama, sebagian orang mulai menganggap perhatian sebagai sesuatu yang biasa sehingga lupa mengucapkan terima kasih atau menunjukkan rasa syukur.
3. Kurangnya empati
Pasangan tidak berusaha memahami perasaan atau sudut pandang satu sama lain.
4. Kesibukan
Fokus pada pendidikan atau aktivitas lain dapat membuat seseorang lupa memberikan perhatian yang dibutuhkan oleh pasangannya
5. Hubungan yang tidak seimbang
Salah satu pihak terus memberi, sedangkan pihak lain hanya menerima. Hal ini menunjukkan ketidaksetimbangan dalam sebuah hubungan, terutama dalam hal pengertian, perhatian, kepedulian, pengorbanan, perjuangan, dan hal-hal lain yang sangat dibutuhkan dalam mempertahankan hubungan.
Dampak Merasa Tidak Dihargai
Perasaan ini bukan sekadar rasa sedih sececah. Jika terus berlangsung, dampaknya sangat besar dalam sebuah hubungan seperti:
- Menurunnya rasa percaya diri.
- Kehilangan kebahagiaan dalam hubungan.
- Kehilangan kedamaian dan ketenangan dalam hubungan
- Muncul rasa kesepian meskipun memiliki pasangan.
- Timbul rasa marah dan kecewa yang dipendam.
- Berkurangnya rasa cinta.
- Keinginan untuk mengakhiri hubungan.
Dan paling berbahaya adalah ketika seseorang mulai merasa dirinya memang tidak layak dicintai atau dihargai dalam sebuah hubungan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Merasa Tidak Dihargai?
Langkah pertama adalah mengomunikasikan perasaan dengan jujur dan hindari tindakan menyalahkan pasangan.
Contohnya: “Beta rasa sedih e ketika beta su usaha untuk lu tapi lu sonde perna lihat beta pnk usaha. Beta Harap Katong Bisa Saling Menghargai dan takut akan kehilangan."
"Saya merasa sedih ketika saya sudah berusaha dan berjuang untuk kamu, tetapi kamu tidak pernah melihat dan merasa segala usaha untuk kamu dalam hubungan ini. Saya berharap kita saling menghargai dan takut akan kehilangan."
Belajar Menghargai Sebelum Kehilangan
Sering kali kita akan sadar ketika hubungan sudah berakhir kita akan berpikir kalau dia itu sangat berarti dalam hidup kita. Penyesalan datang ketika perhatian, pengertian, dan segala usaha yang dulu kita anggap biasa, tidak terasa lagi di saat kita sangat membutuhkan.
Menghargai pasangan tidak membutuhkan biaya besar. Sebuah ucapan terima kasih, pelukan, perhatian kecil, atau sekadar meluangkan waktu untuk mendengarkan, sudah dapat membuat pasangan merasa dicintai dan dihormati.
Merasa tidak dihargai adalah salah satu penyebab utama retaknya sebuah hubungan. Ketika seseorang terus-menerus merasa diabaikan, diremehkan, atau tidak dianggap penting, cinta perlahan berubah menjadi luka. Oleh karena itu, setiap pasangan perlu membangun komunikasi yang terbuka, dan saling menghormati.
Hubungan yang sehat bukanlah hubungan tanpa masalah, melainkan hubungan di mana kedua orang sama-sama merasa ingin didengar, dihormati, dan dihargai. Sebab pada akhirnya, cinta bukan hanya tentang mengatakan: “Aku mencintaimu", tetapi juga tentang menunjukkan melalui sikap bahwa kehadiran pasangan benar-benar berarti.


COMMENTS