Peristiwa tragis terjadi di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, seorang siswa tewas 2 luka-luka.
![]() |
| Korban sekolah ambruk di TTS. |
SIANAKAREN.COM -- Peristiwa tragis terjadi di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Rabu (18/3) sore. Seorang siswa SD dilaporkan meninggal dunia, dua lainnya luka-luka.
Peristiwa itu terjadi lantaran sebuah bangunan lama Sekolah Dasar Inpres Oepula yang sudah tidak digunakan sejak 2023 roboh saat korban bermain.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 18.43 WITA.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Noldi Kause (9), seorang pelajar kelas 1 SD yang tertimpa reruntuhan tiang bangunan pada bagian kepala.
Selain itu, dua anak lainnya mengalami luka-luka, masing-masing satu korban luka berat dan satu luka ringan.
“Bangunan tersebut memang sudah tidak difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar sejak tahun 2023. Namun, sering digunakan anak-anak untuk bermain,” ujar Hendra dikutip tribatanewsntt.com.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat anak-anak bermain sepak bola di halaman sekolah.
Karena cuaca gerimis, mereka berteduh di bawah bangunan tua tersebut. Tak lama kemudian, terdengar suara dentuman keras sebelum bangunan ambruk.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan dan mengevakuasi para korban dari reruntuhan. Salah satu korban luka berat segera dilarikan ke RSUD Soe untuk mendapatkan penanganan medis.
Hendra bersama jajaran langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta membantu proses evakuasi.
Dari hasil sementara, diduga bangunan roboh akibat kondisi yang sudah lapuk dimakan usia. Bangunan tersebut diketahui telah berdiri sejak tahun 1991 dan tidak lagi layak digunakan.
“Ini menjadi perhatian bersama, baik pihak sekolah maupun masyarakat, agar lebih waspada terhadap bangunan tua yang berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak,” tegas Hendra.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap fasilitas umum yang sudah tidak layak pakai, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Sumber: Tribatanewsntt.com


COMMENTS