Selama menjalani perawatan, Asri mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan keguguran. Sejak saat itu, kondisinya terus menurun hingga tak tertolong.
![]() |
| Asri dan Owen. |
SIANAKAREN.COM -- Kabar duka datang dari diaspora NTT di Jakarta. Seorang perempuan muda berasal dari Jerebu’u, Kabupaten Ngada, NTT menjadi korban kekerasan dari seorang pria bernama Owen Lalu yang merupakan pacarnya.
Mereka tigngal bareng dan terjadi percekcokan sebelum hari naas.
Diduga kedua pasangan sempat cekcok beradu mulut di kediamannya, dan kemudian korban langsung dianiaya oleh pelaku menggunakan pisau dapur dan menikam di bagian leher lalu menginjak perut si korban yang lagi hamil tiga bulan.
Korban sempat di larikan ke Rumah Sakit Cengkareng dibantu oleh tetangga kosan yang berasal dari Ende dan Manggarai.
Namun pada hari Kamis, 26 Maret 2026 korban dikabarkan meninggal dunia di RS Cengkareng dan sudah dibawa ke Rumah Duka di Jelambar dan akan di terbangkan ke kampung halamannya Jumat tadi.
Sementara untuk pelaku sudah diamankan oleh pihak yang berwajib ke Polsek Cengkareng.
Korban berinisial SVB (25), perempuan muda asal Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebu’u. Ia meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh pacarnya sendiri, OLG (23), di sebuah kamar kos di kawasan Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, sekitar pukul 19.00 WIB. Terduga pelaku OLG merupakan warga asal Lokangeko, Desa Inelike, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada.
Sepupu korban, Figon, menuturkan bahwa berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, pelaku menyerang korban menggunakan pisau dapur.
“Korban mengalami luka tusukan di bagian leher menggunakan pisau dapur,” ungkap Figon kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (26/03).
Usai melakukan aksi tersebut, pelaku sempat mengunci korban dari luar kamar sebelum melarikan diri dalam kondisi panik. Ia kemudian diamankan warga di sekitar lokasi karena dicurigai sebagai pelaku pencurian.
Namun di hadapan warga, pelaku justru mengakui perbuatannya.
“Dalam keadaan panik, pelaku mengaku telah membunuh seseorang. Warga kemudian menyerahkannya ke pihak kepolisian,” jelas Figon.
Korban sempat mendapatkan pertolongan medis dan dilarikan ke RSUD Cengkareng sekitar pukul 22.00 WIB. Tim medis melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawanya.
Namun kondisi korban terus memburuk.
Selama menjalani perawatan, korban mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan keguguran. Sejak saat itu, kondisinya terus menurun hingga akhirnya tak tertolong.
Ia menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (26/03), pukul 03:00 dini hari.
Sementara itu, pelaku kini telah diamankan dan ditahan oleh pihak kepolisian di Polsek Cengkareng wilayah Jakarta Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Keluarga korban berharap keadilan ditegakkan seadil-adilnya atas peristiwa tragis ini.
“Kami sudah membuat laporan polisi. Harapan kami pelaku diproses hukum seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku,” tegas pihak keluarga.


COMMENTS