--> PETAKA RUMAHKAN 9.000 PPPK | Si Anak Aren

Iklan

PETAKA RUMAHKAN 9.000 PPPK

GubernurNTT Emanuel Melkiades Laka Lena, mengumumkan rencana pemangkasan hingga 9.000 PPPK Provinsi NTT mulai 2027.

Gubernur NTT Melki Laka Lena.

KUPANG, SIANAKAREN.COM Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, mengumumkan rencana pemangkasan hingga 9.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemprov NTT akibat pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD mulai 2027.

Kabar kurang sedap ini dapat menjadi petaka bagi pegawai PPPK maupun Pemprov NTT sendiri. Jika tidak dikonsolidasi secara baik, maka bisa menimbulkan keributan.

Saat ini, Pemprov NTT memiliki sekitar 12.000 PPPK yang semuanya digaji dari APBD Provinsi.

Dari 12.000 PPPK Pemprov NTT, sebagian besar golongan III-IV (guru/dokter). Total penghematan Rp540 miliar setahun jika 9.000 dirumahkan mencerminkan gaji rata-rata Rp5 juta/bulan per orang.

Kabar pemberhentian atau pemangkasan pegawai ini telah dikemukakannya pada saat memimpin upacara bersama pegawai lingkup Pemprov NTT pada Senin (23/2).

Melki mengemukakan rencana tersebut menyusul pemberlakuan Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD). UU ini mengatur pembatasan belanja pegawai maksimal 30% dari total APBD.

Di tengah anggaran yang terbatas, ia pun  tengah merencanakan skema ekonomi agar semua PPPK dapat menjadi wirausahawan sebelum benar-benar diberhentikan. Ia menegaskan keputusan ini akan berlaku pada 2027 mendatang.

Meskipun penerapan pemangkasan ini disebutnya belum final, namun ia sendiri tetap berharap agar pemerintah pusat dapat mengubah keputusan ini.

"Ini berangkat dari regulasi tentang presentase belanja pegawai yang bersumber dari undang-undang keuangan pusat dan daerah. Intinya sejak 5 tahun terhitung setelah diundangkan dan paling lama 2027, maka belanja pegawai adalah 30 persen dari APBD," ungkap Melki Rabu malam (25/2/2026).

Berdasarkan hitungan Pemprov NTT, rasionalisasi pemangkasan setara penghematan Rp540 miliar dalam setahun, karena belanja pegawai yang melebihi batas 30 persen harus ditekan.

"Kondisi APBD terbatas, tahun depan UU HKPD wajib diterapkan, belanja PNS maksimal 30 persen," tegas Melki.

Melki mengungkap pihaknya sementara mencari alternatif pekerjaan agar para PPPK ini dapat beralih profesi seandainya keputusan UU tersebut tidak diubah oleh pemerintah pusat.

Salah satu mekanisme yang dilirik Pemprov NTT ialah terkait KUR dan skema lain yang mengarahkan PPPK dapat menjadi wirausahawan.

"Supaya mereka bisa tetap kerja dan menghidupi keluarganya," tandasnya.

Dampak dan Antisipasi

Keputusan ini berpotensi mengguncang ribuan keluarga PPPK yang bergantung pada gaji bulanan. Mungkin saja banyak dari antara mereka yang sudah menggandaikan sertifikatnya ke Bank NTT. Mereka melewati proses yang melelahkan, menunggu bertahun-tahun.

Namun, Melki menegaskan langkah ini tak terelakkan demi keseimbangan fiskal daerah.

Pemprov NTT sedang menghitung ulang komposisi anggaran bersama BKD dan Badan Keuangan Daerah.

"Kami cari cara supaya mereka tetap bisa kerja dan hidupi keluarga," ujarnya.

Pemangkasan 9.000 PPPK di NTT berpotensi menimbulkan guncangan ekonomi signifikan bagi keluarga pekerja dan sektor lokal, terutama karena gaji mereka jadi tumpuan utama rumah tangga.

Kehilangan pendapatan bulanan (rata-rata Rp3-5 juta per PPPK) akan memukul daya beli 9.000 keluarga, setara 36.000 orang jika rata-rata 4 anggota/keluarga. 

Banyak yang bergantung pada gaji ini untuk cicilan, sekolah anak, dan kebutuhan pokok, berisiko naiknya kemiskinan lokal di NTT yang sudah tinggi (sekitar 20%).

Penurunan konsumsi di warung, transportasi, dan ritel kecil karena berkurangnya pengeluaran rumah tangga PPPK. Gerakan beli di NTT Mart pun sirna karena tak ada daya beli PNS.

Di sisi lain, beban sosial meningkat. Potensi gadai aset, utang, atau migrasi cari kerja ke luar daerah seperti Kalimantan, Papua, Jakarta hingga bekerja secara ilegal ke Malaysia.

Pemerintah Provinsi berada pada situasi dikotomis: penghematan APBD Rp540 miliar bagi Pemprov NTT, tapi hilangnya pengeluaran PPPK bisa kurangi PDB daerah hingga Rp800 miliar setahun (asumsi multiplier effect 1,5x). 

Pemerintah provinsi siapkan pelatihan wirausaha dan KUR untuk mitigasi, meski transisi butuh waktu 6-12 bulan.

Tanpa penyerapan cepat ke swasta, pengangguran terbuka naik 2-3% di NTT; sektor pendidikan dan kesehatan paling terdampak jika PPPK banyak di bidang itu, yaitu guru dan dokter.

Respons Publik

Berita ini langsung memicu reaksi di media sosial dan kalangan ASN.

Beberapa pihak mempertanyakan dampak jangka panjang terhadap layanan publik di NTT yang sudah kekurangan tenaga.

Di Kabupaten Kupang, ribuan PPPK menggelar aksi protes pada 25 Januari 2026 menolak rencana pemotongan gaji 50%, menyebutnya melanggar hukum dan menyengsarakan keluarga; akhirnya bupati batalkan.

Ketua PPPK Kupang Marciana mengecam kurangnya empati pemerintah daerah, karena banyak yang gadai SK demi kebutuhan hidup.

Pengurus AP3KI Ahmad Saifudin sebut PPPK posisinya lemah tanpa perlindungan hukum kuat.

Pemerintah provinsi NTT menjanjikan transparansi dan sosialisasi lebih lanjut melalui apel pagi ASN.

Hingga kini, rencana ini masih dalam tahap perencanaan dan belum final.

Pemprov NTT meminta pengertian semua pihak demi keberlanjutan pembangunan daerah.

Sebetulnya ada beberapa daerah di Indonesia telah mulai menerapkan atau mengantisipasi batas belanja pegawai maksimal 30% dari APBD sesuai UU HKPD No.1/2022, meski penerapan penuh baru wajib 2027.

Di Kepulauan Riau, banyak pemda di wilayah ini sudah melampaui 30% sebelumnya; mulai 2027 wajib sesuaikan, dengan belanja pegawai sering lebih besar dari anggaran pembangunan.

Beberapa kabupaten di Papua memiliki proporsi belanja pegawai tertinggi nasional (>30%), sehingga menjadi fokus rasionalisasi seperti pensiun dini atau mutasi PNS.

Pemprov Kalimantan Tengah pun potong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN 30% pada 2025 akibat keterbatasan keuangan daerah, sebagai langkah awal efisiensi.

Daerah-daerah ini umumnya gunakan: pensiun dini (golden handshake), minus growth rekrutmen, mutasi antar-daerah, dan pengalihan ASN ke fungsi teknis seperti pengajaran, dan lainnya.*

COMMENTS

Entri yang Diunggulkan

PETAKA RUMAHKAN 9.000 PPPK

Gubernur NTT Melki Laka Lena. KUPANG, SIANAKAREN.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, mengumumkan rencana...

Nama

4 Wanita Pesta Miras,1,Ade Chaerunisa,1,Adonara,1,Advetorial,1,Ahmad Sahroni,1,Aktor Politik,7,Alex Longginus,2,Andreas Hugo Pareira,3,Anggota DPRD TTU,1,Ansar Rera,1,Ansy Jane,1,Ansy Lema,28,Ansy Lema for NTT,3,Apel Hari Pancasila Ende,1,Bandara Ende,1,Bandara Maumere,1,Bank NTT,1,Bapa Sindi,1,Bapa Suci,1,Bayi Menangis,1,Bela Negara,1,Bentrok Antar Gereja,1,Berita Flores,1,Bertrand Peto,1,Bertrand Pulang Kampung,1,Beta Cinta NTT,4,Betrand Peto,1,Bupati Sikka,1,Cafe Alung,1,Calon Gubernur NTT,6,Calon Gubernur PDIP,1,Car Free Night,1,Carlo Ancelotti,1,Catar Akpol Polda NTT,1,Dana Pensiun,1,Danau Kelimutu,1,Danau Tiga Warna,1,Degradasi Pancasila,1,Desa Fatunisuan,1,Doktor Filsafat dari Nagekeo,1,DPD Hanura NTT,1,DPO Kasu Vina,1,DPRD Nagekeo,2,Dr. Sylvester Kanisius Laku,1,El Asamau,1,Elektabilitas Ansy Lema,1,Elon Musk,1,Ende,3,Erupsi Gunung Lewotobi,2,Euro 2024,1,Film Vina,1,Flores,1,Flores NTT,1,Flores Timur,4,GABK,1,Gen Z,1,GPIB,1,Gubenur NTT,1,Gubernur NTT 2024,1,Gugat Cerai,1,Gunung Kelimutu,1,Gunung Lewotobi,2,Guru Remas Payudara,1,Gusti Brewon,1,Hari Lahir Pancasila,1,Hasil Pertandingan Spanyol vs Kroasia,1,Hendrik Fonataba,1,Hukrim,24,Hukum-Kriminal,14,Humaniora,187,Ikatan Dosen Katolik,1,IKDKI,1,Influencer NTT,1,Insight,15,Jadwal Kunjungan Paus Fransiskus,1,Jane Natalia,1,Jual Beli Tanah,1,Kadis Koperasi,1,Kaka Ansy,3,Kakek Sabono,1,Kasus Kriminal di NTT,1,Kata-Kata Elon Musk,1,Kata-Kata Inspiratif,2,Kejati NTT,2,Kekerasan Seksual di NTT,1,Keluarga Onsu,1,Kepsek di Rote Ndao,1,Kepsek di TTU,1,Keuskupan Labuan Bajo,1,Keuskupan Maumere,1,KKB,1,Komodo,1,Komuni Pertama,1,Kongres PMKRI,1,Kontroversi PMKRI,1,Korban Longsor,1,Kota Kupang,1,Kunjungan Paus ke Indonesia,1,Labuan Bajo,1,Ledakan Gas,1,Lemondial Business School,1,Liga Champions,1,Longsor di Ende,1,Longsor di Flores,1,Longsor di Nagekeo,1,Mafia Tanah,1,Mahasiswa Nagekeo,1,Malaysia,1,Mama Sindi,1,Maumere Viral,1,Max Regus,1,Media di NTT,1,Megawati,1,Megawati ke Ende,1,Melki Laka Lena,1,Mesum Dalam Mobil,1,Mgr Ewald Sedu,1,Milenial Sikka,1,MK,1,Model Bali,1,Nagekeo,1,Nasional,45,Nelayan NTT,1,Nenek Tenggelam,1,Nona Ambon,1,NTT,1,Pamulang,1,Panti Asuhan Naungan Kasih,1,Papua,1,Pariwisata,6,Paroki Nangahure,1,Pastor Paroki Kisol,1,Pater Budi Kleden SVD,1,Paulus Budi Kleden,2,Paus Fransiskus,3,Paus Fransiskus Tiba di Indonesia,1,Pegi alias Perong,2,Pegi Setiawan,2,Pekerja NTT di Malaysia,1,Pelaku Penikaman,1,Pemain Naturalisasi,1,Pemerkosaan di NTT,1,Pemerkosaan Guru,1,Penggerebekan,1,Pensiunan Bank NTT,1,perempuan dan anak ntt,1,Perempuan NTT,1,Pertanian NTT,1,Piala Liga Champios,1,Pilgub NTT,23,Pilkada NTT,1,Pj Bupati Nagekeo,2,PMI NTT,1,PMKRI,1,PMKRI Papua,1,Polda NTT,1,Politik,30,Polres Sikka,1,Polresta Kupang Kota,1,Pos Kupang,1,Profil Ansy Lema,1,Putra Nagekeo,1,Putusan MK Terbaru,1,Raimudus Nggajo,2,Raja UCL,1,Rasis NTT,1,Refafi Gah,1,Rekonsiliasi Kasus Pamulang,1,Relawan Bara Juang,1,Remi Konradus,1,Rista,1,Rista Korban Ledakan Gas,1,Romo Gusti,1,Romo Max Regus,1,Rote Ndao,1,Ruben Onsu,2,Sabono dan Nona Ambon,1,Safari Politik Ansy Lema,1,Sarwendah,2,Seleksi Akpol 2024,1,Seminari BSB Maumere,1,Sengketa Lahan,1,Shayne Pattyanama,1,Sikka,1,Sis Jane,1,Solar Panel Listrik,1,Spanyol vs Kroasia,1,Status Gunung Kelimutu,1,STF Driyarkara,1,Sumba,1,Sumba Tengah,1,Survei Ansy Lema,1,Survei Charta Politika,1,Survei Indikator Politik,1,Susana Florika Marianti Kandaimau,1,Suster Inosensi,1,Tanah Longsor,1,Tenaga Kerja NTT,1,Tersangka EP,1,Timor Express,1,TPNPM-OPM,1,TTU,2,Universalia,3,Untar,1,Uskup Agung Ende,3,Uskup Baru,3,Uskup Labuan Bajo,2,Uskup Maumere,1,Uskup Max Regus,1,Veronika Lake,1,Video Panas,1,Vina Cirebon,2,Viral NTT,1,Wanita Open BO,1,Yohanis Fransiskus Lema,10,
ltr
item
Si Anak Aren: PETAKA RUMAHKAN 9.000 PPPK
PETAKA RUMAHKAN 9.000 PPPK
GubernurNTT Emanuel Melkiades Laka Lena, mengumumkan rencana pemangkasan hingga 9.000 PPPK Provinsi NTT mulai 2027.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0XdNQb3xrLWPGEtXIRB-1pKnlrmnngdy7wVtJqBmHrFvD4TMg70b7awI-biDiqVDYKuVD-2svulC2spMtWMVAdrv74VLM3UyK_TSeFTGVXamB96yO3LBwFaLGXO-9beb_Mtb5qvGJJWkKrQSWyw1Y7bujKlScTFa_Eyi_LsW18CjmUXso88P3t6RZNx4/w623-h385/PETAKA%20RUMAHKAN%209.000%20PPPK.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0XdNQb3xrLWPGEtXIRB-1pKnlrmnngdy7wVtJqBmHrFvD4TMg70b7awI-biDiqVDYKuVD-2svulC2spMtWMVAdrv74VLM3UyK_TSeFTGVXamB96yO3LBwFaLGXO-9beb_Mtb5qvGJJWkKrQSWyw1Y7bujKlScTFa_Eyi_LsW18CjmUXso88P3t6RZNx4/s72-w623-c-h385/PETAKA%20RUMAHKAN%209.000%20PPPK.jpg
Si Anak Aren
https://www.sianakaren.com/2026/02/petaka-rumahkan-9000-pppk.html
https://www.sianakaren.com/
https://www.sianakaren.com/
https://www.sianakaren.com/2026/02/petaka-rumahkan-9000-pppk.html
true
135189290626829409
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy