Pemerintah Kabupaten Kupang berambisi menjadikan Kupang sebagai pusat destinasi wisata rohani dengan membangun Patung Kristus Memberkati di Semau.
![]() |
| Patung Kristus Memberkati di Semau, Kupang. |
SIANAKAREN.COM -- Pemerintah Kabupaten Kupang berambisi besar menjadikan Kupang sebagai pusat destinasi wisata rohani di masa depan.
Di Pulau Semau, 20 kilometer arah barat Kota Kupang, Pemkab Kupang tengah memulai pembangunan Patung Yesus setinggi 70 meter. Ini akan menjadikan Patung Kristus Memberkati itu yang tertinggi di dunia, mengalahkan Patung Yesus Kristus Penyelamat yang berada di Bukit Sibea-bea, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara setinggi 61 meter.
Memadukan alam Semau yang eksotik dan laut biru yang membentang luas, patung Yesus ini memakan anggaran negara sebesar Rp157 miliar, meningkat drastis dari pagu awal sebesar Rp30 miliar.
Peletakan batu pertama pembangunan Patung Yesus itu dilakukan pada 5 Oktober lalu. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena hadir dalam prosesi peletakan batu pertama didampingi Bupati Kupang Yosef Lede dan jajaran.
Patung Kristus Memberkati itu merupakan karya desain Emanuel Agung Wicaksono, dosen Program Studi Arsitektur Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang. Karyanya dinilai paling sesuai untuk menghadirkan sosok Yesus Kristus yang memberkati, sekaligus merepresentasikan kekayaan nilai religius dan budaya masyarakat NTT.
Yosef adalah orang yang sangat ambisius. Di masa kepemimpinannya, ia ingin mempersembahkan mahakarya yang bakal dikenang sejarah dan dunia. Patung Yesus tertinggi di dunia dibangun di Desa Hansisi, Kecamatan Semau, persis di Tanjung Batu Kong, Pulau Semau, Kupang.
Di tengah pro-kontra, Yosef tetap berpendirian bahwa pembangunan wisata religi di Kabupaten Kupang merupakan bagian dari visi-misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan telah disahkan DPRD. Jadi bukan program yang asal-asalan.
"Visi-misi ini kita sejak awal. Semua kepala daerah punya program yang sudah dituangkan dalam RPJMD. Jadi setelah kita terpilih kita laksanakan visi-misi kita," ujarnya di Kupang, Jumat (9/10).
Menurutnya, perbedaan persepsi di tengah masyarakat soal pembangunan tersebut adalah hal biasa. Yosef membeberkan target besar Pemkab Kupang adalah menjadikan Pulau Semau sebagai destinasi wisata premium. Dia berharap keberadaan patung Kristus Memberkati nantinya bisa menjadi daya tarik wisatawan.
Dia berharap kehadiran patung itu tidak hanya menjadi landmark baru. Akan tetapi, juga menjadi simbol persaudaraan dan iman sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di pulau asal mantan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.
Pembangunan patung itu menuai pro kontra di media sosial. Sebagian masyarakat Kupang dan NTT menilai pembangunan patung belum perlu di tengah banyaknya kekurangan infrastruktur di Kupang. Apalagi, patung itu memakan anggaran sangat besar.*


COMMENTS